Jika Harus Menjadi Ibu Kedua

Jika Harus Menjadi Ibu Kedua
            “Anak kandung dilahirkan dari rahim ibunya. Anak tiri dilahirkan dari hati ibunya”. Sebuah ungkapan manis yang entah siapa yang pertama kali mengucapkannya. Namun memberikan pemahaman yang baik bagi anda jika harus menjadi ibu kedua atau ibu tiri.
            Tidak selamanya menjadi ibu tiri seperti apa yang ada dalam dongeng atau cerita sinetron lainnya. Ada juga ibu tiri yang bisa menyayangi anak tiri nya seperti anaknya sendiri. Anak tiri yang memang tidak dilahirkan dari rahimnya. Tapi dilahirkan justru dari hatinya. Dilahirkan dari cinta yang terus berusaha untuk terus dipupuk hingga cinta itu tumbuh subur dan mengakar kuat.

Baca Juga Saat Tulang Rusuk Menjadi Tulang Punggung

            Jika sekarang atau suatu saat anda harus menjadi ibu kedua atau ibu tiri, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan.
            Pertama,Selalu berusahalah untuk mencintai anak tiri anda meski itu tidak mudah. Anda tidak perlu memaksa cinta itu akan datang di hari pertama anda resmi menjadiibu kedua mereka. Jika anda ibu yang melahirkan mereka, mungkin akan dengan mudah mencintai mereka sejak mereka pertama ada di dunia ini. Karena selama sembilan bulan anda mengandungnya. Ada keterikatan batin sejak dia masih berada dalam rahim anda. Tapi anak tiri bukanlah anak yang lahir dari rahim anda. Memang perlu waktu untuk menanamkan cinta pada hati anda. Ini memang sulit. Tapi sulit bukan berarti tidak bisa
            Kedua, Ikhlaslah saat mereka belum bisa memanggil anda dengan sebutan mama, ibu, bunda, atau panggilan senada lainnya. Sekali lagi jangan paksakan itu. Jika memang anda mengharapkan mereka memanggil anda ibu atau panggilan senada lainnya, tunggulah hingga mereka melakukannya sendiri tanpa ada paksaan dari siapapun. Fokusnya bukan pada bagaimana mereka harus memanggil anda. Tapi fokuslah pada proses untuk membangun hubungan yang baik.
            Ketiga, Pada tahap awal, jalinlah hubungan secara proporsional. Jangan terlalu sering bersama dengan anak tiri, tapi juga jangan terlalu luas memberikan jarak. Jika anda terlalu sering meminta waktu pada mereka, mereka akan cepat bosan pada anda. Lihatlah waktu senggang mereka. Temani mereka saat mereka sedang santai menonton TV, saat mereka berlibur, atau saat-saat lain dimana mereka seperti membutuhkan kehadiran anda. Tapi juga jangan terlalu jauh memberi jarak. Agar mereka mereka tidak merasa tidak ada anda di rumahnya.

Baca Juga Saat Suami Pindah Kelain Hati
            Keempat, Jangan paksa mereka untuk melupakan ibu kandung mereka. Apapun yang terjadi, meskipun sekarang anda telah menjadi ibunya, tapi bukan berarti mereka harus membuang kenangan bersama ibu mereka. Usahakan untuk memperlihatkan kebaikan ibu kandung mereka. Kalau perlu, bantulah mereka untuk merawat kenangan mereka bersama ibu kandungnya. Misalnya, jika di dalam rumah ada foto ibu kandung mereka, jangan pernah sesekali menyingkirkan dari tempatnya atau bahkan membuangnya. Biarkan foto itu tetap berada di tempatnya. Itu yang dinamakan dengan berdamai dengan keadaan.
            Kelima, Tetap terus berdoa dan memohon pada tuhan agar tuhan membuka hati anda dan anak tiri anda untuk saling mencintai. Ketahuilah, bahwa hanya tuhan yanga maha membolak-balikkan hati. Mintalah pada Dia sang maha pemilik hati. Agar anda dan keluarga baru anda bisa hidup berdampingan merasakan kebahagiaan di dalam rumah yang nyaman.

            Itulah beberapa tips yang bisa anda terapkan jika anda harus menjadi ibu kedua. Pada intinya, jangan memaksa. Buatlah semuanya sealami mungkin.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

IBX5999A9550F6D1